Tag Archives: ilmu

Model Atom dan Kimia

Kimia adalah studi tentang materi dan perubahan yang dialaminya. Karena semua materi terdiri dari atom, penting bagi Anda untuk memahami atom dan komponennya terutama elektron.

Mengapa elektron itu? Karena konfigurasi elektron menentukan bagaimana suatu unsur akan berperilaku dalam ikatan kimia dan reaksi kimia. Jadi jika Anda memahami elektron, Anda akan lebih mengerti kimia.

Namun, Anda harus ingat bahwa atom dan komponennya sangat kecil sehingga ilmuwan tidak dapat bekerja secara langsung dengan atom. Oleh karena itu, ahli kimia dan fisikawan perlu membuat model untuk membantu deskripsi atom. Tapi, model ilmiah terbatas pada informasi yang tersedia pada saat itu dibuat. Jadi, ketika eksperimen baru mengarah pada penemuan baru, model harus diubah atau dibuang.

Terlepas dari kenyataan bahwa model ilmiah berubah, model adalah satu-satunya cara manusia harus menggambarkan bagaimana beberapa fenomena alam bekerja. Dan mengetahui bagaimana fungsi proses seringkali penting untuk penemuan ilmiah lebih lanjut. Jadi, model bukanlah kebenaran, model adalah perkiraan terbaik pria tentang bagaimana segala sesuatunya bekerja. Oleh karena itu, pentingnya model bukanlah kebenaran mereka, tapi kemampuan kerjanya.

Ingatlah bahwa model diciptakan oleh manusia dan bisa memiliki bias, kekurangan dan ketidakakuratan. Selalu periksa model dalam terang metode ilmiah dan rela membuang yang tidak sesuai.

Meski modelnya tidak sempurna ada lima model atom yang mengarah pada pemahaman materi. Semakin Anda memahami model ini semakin baik Anda dalam bidang kimia. Kelima model tersebut adalah:

Model Solid Sphere
Model Puding Plum
Model Nuklir
Model Bohr
Model Mekanik Gelombang
Model Sphere Solid

Model bola solid diusulkan pada tahun 1803 oleh John Dalton. John Dalton adalah seorang ahli matematika dan matematika Inggris yang mengambil gagasan pada masanya dan memasukkannya ke dalam model bagaimana materi disusun. Dia menyatakan bahwa materi terbuat dari partikel kecil yang tak terpisahkan yang disebut atom dan atom dari unsur yang sama sama. Selain itu, dia termasuk hukum proporsi ganda dan hukum komposisi pasti dalam modelnya. Meski modelnya tidak sempurna itu adalah model utama utama selama lebih dari 90 tahun.

Puding prem

Pada tahun 1897 fisikawan Inggris, J. J. Thomson, mengemukakan bahwa sinar katoda terdiri dari partikel bermuatan negatif yang bahkan lebih kecil dari atom. Sebenarnya dia menyarankan partikel-partikel ini adalah bagian sub atomik atom. Dengan demikian, teori atom Dalton tentang partikel tak terpisahkan tidak lagi dapat diterapkan. Sebuah teori baru yang memungkinkan partikel-partikel sub-atomik dibutuhkan.

Jadi, Thomson mengusulkan bahwa atom itu adalah muatan positif dengan elektron negatif yang ditempatkan di dalamnya seperti kismis dalam puding, dan menyebutnya sebagai model Pudding Plum. Model Thomson, meski menarik, tetap memiliki banyak kekurangan.

Model Nuklir

Pada tahun 1906 Ernest Rutherford dan asistennya, melakukan eksperimen Foil Emas yang terkenal yang mengarah pada penemuan inti atom dan bahwa atom tersebut kebanyakan adalah ruang angkasa.

Eksperimen Gold Foil menunjukkan bahwa massa atom sama dengan yang diprediksi oleh model Thompson, namun volume massanya jauh lebih kecil dan nampaknya terletak di pusat atom. Model Pudding Plum Thomson tidak lagi bisa diterapkan. Jadi, pada tahun 1911, Rutherford mengusulkan model atom Nuklir.

Model Bohr

Pada tahun 1913 fisikawan Denmark, Neils Bohr, menyarankan untuk menerapkan teori kuantum pada model Rutherford. Model baru Bohr mengusulkan agar elektron berada dalam level energi tetap yang disebut orbitnya. Energi orbit ini terkuantisasi dan elektron harus menyerap atau melepaskan energi (foton) pada panjang gelombang tertentu untuk bergerak di antara tingkat energi.